kebanyakan tugas baru sempat ngoposting nih>>>>>>>
15.55 perahu pak haji telah sandar didermaga podang-podang tak lupa kami membantu pak haji menurunkan kardus ikannya selang beberapa menit pak haji bertanya kepada kami “siapa rumah yang kalian tuju” langsung saja dedy menjawab dengan polosnya “kami Cuma mau jalan-jalan disni kami tidak tau rumah mana yang dituju” dan bpak haji meresponnya dan berkata “ dirumah mi pale saja dulu istirahat”. Dalam hati kami bagai tahun baru suara petasan kegirangan hahahahhha…..
tak
sampai satu jam kami sudah mengelilingi pulau dan beristirah didermaga serambi
menikmati suasana laut dan berfoto, ada satu hal yang menganja dihati kami nnti
malam kita camp dimana yah,,, tak sengaja salah satu dari kami ada yang
bertanya kepada anak kecil yang sedang memancing didermaga, bahwa pulau yang
disebelah sana pulau apa nama dek”, anak itu menjawab itu pulau podang-podang
ca’di disana tidak ada orng yang tinggal dengan kata lain pulau tak
berpenghuni,,,
Jam
09.00 kami mendengar suara perahu yang merepat kepulau, setelah bercerita
ternyata bapk itu seorang tukang kebun dipulau “pulau ini milik pemerintah dari
pada tinggal saja lebih baik saya Tanami” kata pak kebun (lupa namanya) kami
sempat berjanji akan membawa bibit pohon jika sempat kesini lagi. Tak terasa
jam tanganku menunjukkan pukul 10.11 kami bergegas merapikan peralatan karna
suara kapal haji sudah terdengar, perahu pak haji merapat dan kami pun bergegas
naik dan pulang tapi cerita perjalan kami belum berhenti sampai dstu bro…..
Pukul
11.50 sesampainya di dermaga kami berterima kasih kepada pak haji dan seluruh
ibu-ibu dikapal telah diantar dan memberikan informasi yang sangat
banyak..belumsempat kami berpamitan kami keluarga sipengatin menyuruh kami
untuk makan siang dulu,, wahhhh..rezeki tidak pernah berhenti hhahahahahahah…
Biaya kapal 40 rb perorang,
Read more
Sabtu
30 Mei 2014. Pukul 09.00, Setelah perlengkapan selesai, kami memulai perjalan
dari sekretariat Cagar Alam Indonesia Cinta Alam, dengan mengguanakan angkutan
umum menuju Tempat Pelelangan ikan (potere)
Setiba
disana kami mencari kapal yang tujuannya pulau Podang-podang, kami mencari
nahkoda yang berbaik hati (gratisan), mengangkut 6 orng pria maco hahahah….
Dengan
proses yang sangat lama dan menguras tenaga kami berhasil menemukan nahkoda
yang baik hati dan kami sapa “pak haji” dalam hati sangat gembira dapat
gratisan hahahahha…
Pukul
14.17 wita kami berangkat dengan perahu motor berpenumpang 10 0rang dan 5
kardus ikan, resiko gratisan duduk
dibawah dekat ikan hahahah…..
Jujur
saja saya takut laut apa lagi suara bising mesin perahu dibelakang saya,
tingginya gelombang membuat adrenalin terpacu percika air penerpah wajah
emdd…basah mami..
Disepanjang
perjalanan saya melihat beberapa pulau, baling ca’di, baling lompo, dan
panambungan sdikit Tanya saya kepada ibu penumpang.
podang podang lompo'
15.55 perahu pak haji telah sandar didermaga podang-podang tak lupa kami membantu pak haji menurunkan kardus ikannya selang beberapa menit pak haji bertanya kepada kami “siapa rumah yang kalian tuju” langsung saja dedy menjawab dengan polosnya “kami Cuma mau jalan-jalan disni kami tidak tau rumah mana yang dituju” dan bpak haji meresponnya dan berkata “ dirumah mi pale saja dulu istirahat”. Dalam hati kami bagai tahun baru suara petasan kegirangan hahahahhha…..
Sambil
berunding kami dibuatkan teh oleh ibu pak haji,,dan kami memutuskan untuk
jalan-jalan sambil mencari lokasi untuk membuat camp, setiap jalan saya melihat
jarring atw pukat yang besar sedang diperbaiki maklum warga disini kebanyakn
nelayan, ada juga yang mengaja kami bermain bola menurut saya warga disini
cukup ramah dan baik.
Sekolah
Dasar Negeri 14 Podang-podang dan SMP 7 Satap Liukang Tupabiring menjadi Tempat
anak anak mencari ilmu, “kalo sudag tamat mi Smp anak-anak disini kebanyakan
pergi melaut cari uang nda mau mi sekolah” kata ibu-ibu disana.
| senyum dermaga |
| proses perbaikan jaring |
| dermaga podang-podang |
| Sekolah Dasar Negeri 14 Podang-podang dan SMP 7 Satap Liukang Tupabiring |
| posyandu |
Setelah
berunding kami memutuskan untuk menyeberang ke sana dangan meminta bantuan pak
haji, setelah memberitahu pak haji pun
setuju ingin mengantar kami kesana. Setelah mengabiskan the kami bersiap siap
menuju pulau podang podang ca’di dengan membawa jergen 10 liter yang berisi air
tawar untuk perisiapan satu hari karna disana tidak ada air tawar kata pak haji
17.16
wita kami tiba dipulau podang-podang ca’di dengan jarak tempuh ±15 menit dari
dermaga podang-podang lompo, senja mulai tenggelam pak haji pun bergegas
menurunkan kami dan berkata besok dia dan sekeluarga pergi diacara pentin
sepupunya klo mau besok jam 10 saya jemput sekalian antar kalian
menyeberang..kata pak Haji. Jujur saja kami sangat senang mendengar itu.
Pak
haji sempat berpesan kepada kami jangan bermalam dekat pohon besar yang ada disana karena ada kuburan katanya….
Malam semakin gelap tak ada lagi tawa yang berlebihan dari kami, kami membagi
tugas ada yang mesang tenda dan sebagian mencari kayu bakar sebagai penerangan
maklum senter yang kami bawa cuman dua.
Setelah
makan kami berbincang sejenak dan menikmati gugusan bintang yang di iringi alunan
ombak bukan dinginnya malam, secangkir kopi dan irama serangga alam yang selalu
kami nikmati digunung, inilah salah satu moment terbaik menurut saya, rekomendasi
dari saya jika kalian ingin mencari
ketenangan jauh dari glamornya kota Makassar Pulau podang-podang cadi’
tempatnya tapi ingat tetap menjaga kelestarian alam kita yah….
Keesokan
pagi pukul 05.45 saya membuka pintu tenda matahari mulai menyinari dari
kejauhan Gunung Bulusaraung berdiri kokoh depan kami pemandangan yang baru
menurut saya, biasanya kami melihat dari puncak gunung hamparan lautan sekarang
kami melihat barisan gunung.
Seblum
matahari semakin panas kami berinisiatif untuk berenang dan menjelajahi pulau
tersebut, banyak ponon yang tumbang karena abrasi dan banyak pulah sampah yang
terbawa gelombang.
Foto
Diatas
perahu sudah ada para ibu-ibu kondang siap berfoto hahahahhah…selama perjalan
kami bercerita tentang pulau podang-podang saking asiknyya cerita ternya
ibu-ibu itu tujuannya dermaga dimaros Buttatoa bukan dermaga potere
hahahhahaha….maklum gratisan
Setelah
makan kami mohon pamit kepada tuan ruamh dan pak haji,,,takut merepotkan lebih
lanjut hahahaha….. dengan mengunakan pete kami pun pulang menuju Makassar, dan
berinisiatif akan kembali kepodang-podang untk cerita selanjutnya.
Biaya kapal 40 rb perorang,
Sewa
gallon 6rb
podang part 3
podang part 3











